Netizen ribut soal siapa yang berbalik arah. Rocky Gerung justru menegaskan tidak ada yang berubah, hanya posisi duduknya. Tapi pesan Prabowo soal tugas Wantimpres menunjukkan kritik dari dalam punya aturan main yang berbeda.
"Ya kan cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam. Apa bedanya?"
Begitu Rocky Gerung menjawab sindiran yang menghujaninya sejak Jumat (2/10). Sikapnya tetap, pandangannya tetap, katanya: radical break. Ditanya kenapa mau menerima tawaran Prabowo, jawabannya lebih pendek lagi: "Alasan gue menolak apa?"
Wawancara Lama yang Muncul Lagi
Warganet tak butuh waktu lama untuk menggali arsip. Sebuah wawancara lama Rocky beredar kembali, memuat pernyataan bahwa rezim Prabowo "sudah tak bisa diperbaiki, solusinya diganti". Disandingkan dengan momen Rocky meneken berita acara di depan Presiden, kontrasnya terlalu gurih untuk dilewatkan. Lahirlah julukan "jubir pemerintah ala filsuf", yang menyasar kebiasaannya mengkritik Jokowi dengan tajam lalu kini masuk ke pemerintahan yang juga pernah ia kritik.
Kerja yang Batasnya Sudah Dipasang
Bagian ini jarang disorot. Menurut Rocky, pesan Prabowo seusai pelantikan jelas: Wantimpres punya "kedudukan etis, bukan teknis". Dewan ini tidak membedah kebijakan teknis kementerian. Tugasnya melihat ekses sebuah kebijakan, lalu memberi pertimbangan soal arah agar sesuai dengan visi Presiden. Rocky menerjemahkannya sebagai penjagaan supaya kebijakan tak melenceng dari janji kampanye. Kalau pesan pemerintah dan persepsi masyarakat tak ketemu, anggota dewan boleh bersuara. Keputusan akhir tetap di tangan Presiden.
Perhatikan tolok ukurnya. Bukan visi Rocky, bukan pula visi para pengkritik, melainkan visi Presiden. Orang yang bertahun-tahun memakai ukuran sendiri kini diminta memakai penggaris orang lain. Lalu radical break itu memutus dari apa, kalau acuannya sudah ditetapkan dari awal?
Siapa Saja yang Duduk di Sana
Rocky salah satu dari 26 tokoh dan pejabat yang dilantik lewat Keputusan Presiden. Pratikno duduk sebagai ketua, Hatta Rajasa wakil ketua, Qodari sekretaris. Setelah pimpinan menandatangani berita acara, anggota dipanggil satu per satu. Rocky maju di antara mereka.
Rocky Jumat di Istana
Semuanya terjadi Jumat, 2 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Beberapa jam kemudian, linimasa sudah penuh video kompilasi sindiran dari berbagai figur publik. Rocky sendiri menjawab wartawan dengan nada yang sama seperti biasanya.