Laptop ASUS ProArt P14 yang dibanderol Rp79.999.000 di Indonesia mendapat pujian sekaligus keluhan dalam ulasan kanal YouTube Glitched yang tayang Jumat, 16 Oktober 2026. Laptop 14 inci ini termasuk yang pertama memakai cip NVIDIA RTX Spark dan bisa menampung memori hingga 128 GB hanya Suhu capai 51 derajat.
Kemampuan AI-nya dinilai sangat baik. Panasnya tidak.
Sang pengulas mengatakan bahwa selama bertahun-tahun mengulas ia belum pernah mencoba produk selengkap dan secakap ProArt P14. Namun, ia juga menilai laptop ini terlalu panas untuk dipakai di atas paha.
Satu Kolam Memori untuk AI Lokal
RTX Spark lahir dari kerja sama NVIDIA dan MediaTek, lalu diperkenalkan pada Juni 2026 di ajang GTC Taipei. Di dalam cip ini, unit pemrosesan grafis (GPU) Blackwell dengan 6.144 inti CUDA bekerja bersama prosesor Grace 20 inti.
Pembeda utamanya ada pada memori terpadu LPDDR5X berkapasitas sampai 128 GB. GPU dan prosesor memakai satu kolam memori yang sama. Cara ini menggantikan memori grafis tersendiri yang kapasitasnya terbatas.
Menurut klaim NVIDIA, cip ini mampu menghasilkan kinerja AI hingga 1 petaflop pada presisi FP4. FP4 adalah format bilangan 4 bit yang dipakai untuk komputasi AI. Pengulas Glitched mengingatkan, angka itu hanya teoretis dan tidak menggambarkan pemakaian sehari-hari.
Hasil uji langsungnya lebih memberi gambaran nyata. Dengan ComfyUI, aplikasi berbasis AI untuk membuat gambar, ia menghasilkan puluhan gambar hanya dalam beberapa detik. Seluruh prosesnya berjalan lokal di perangkat. Tidak perlu internet dan tidak ada token yang harus dibayar.
Porsi memori untuk sistem dan GPU bisa diatur dengan penggeser di aplikasi NVIDIA. Cukup satu kali mulai ulang, laptop ini sanggup memasang dan menjalankan model berukuran kira-kira 90 GB.
Kemampuan bermain gim juga ikut diuji. Doom: The Dark Ages pada resolusi 1800p, tanpa bantuan teknologi peningkat DLSS, berjalan rata-rata kira-kira 30 bingkai per detik.
Suhu Bodi Bawah Capai 51 Derajat
Kinerja sebesar itu ada harganya. ASUS membekali laptop ini dengan dua kipas, sejumlah pipa panas, dan empat saluran pembuangan udara. Dalam mode manual, daya rancangan termalnya bisa dinaikkan hingga 80 watt.
Tetap saja, selama pengujian sensor mencatat suhu sekitar 90 derajat Celsius. Bodi bagian bawah mencapai 51 derajat Celsius. Kipasnya terus menderu, hampir tanpa jeda.
"Begitu panasnya sampai saya kesulitan memakai laptop ini di pangkuan," ujarnya.
Layarnya juga bermasalah. Sesekali, bagian bawah panel berkedip, berapa pun laju penyegaran yang dipilih. Pengulas itu menyebut ASUS sudah mengetahui masalah tersebut. Sampai naskah ini disusun, ASUS belum memberikan tanggapan publik atas keluhan itu.
Catatan lainnya tergolong ringan. Bekas sidik jari mudah menempel pada varian hitam. Selain itu, cahaya lampu papan ketik tampak menembus kisi kipas di sisi bawah.
Rancangan Ringkas, Harga Tinggi
Untuk urusan rancangan, ProArt P14 justru menuai pujian. Berikut rinciannya menurut spesifikasi resmi ASUS:
- Bobot 1,48 kilogram
- Bodi aluminium dengan tebal 13,9 milimeter
- Kapasitas baterai 90 Wh
- Panel OLED 14 inci, resolusi 2880 x 1800
- Kecerahan HDR puncak 1.600 nit
Ketersediaan dan harga:
- Indonesia: Rp79.999.000, preorder 8-23 Oktober 2026, tersedia di ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan ASUS Store terpilih
- Jepang, varian 128 GB: mulai dikirim 23 Oktober 2026
- Jepang, varian 48 GB: dikirim pertengahan November
Harga setinggi itu membuat pengulas Glitched mempertanyakan siapa sebenarnya calon pembelinya. Menurut dia, kinerja mentah yang serupa bisa didapat dari laptop RTX biasa. Bedanya, laptop semacam itu tidak punya kolam memori sebesar ProArt P14.
Ia menyebut ProArt P14 sebagai laptop yang sangat spesifik, dirancang untuk pengguna yang juga sangat spesifik. "Kecuali Anda yakin akan memanfaatkan RAM sebanyak ini, laptop ini agak kurang masuk akal," katanya.