Daerah

Kebakaran Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Ditutup

Kebakaran Gunung Sumbing
Kebakaran Gunung Sumbing

Sebanyak 152 pendaki dievakuasi turun dari lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, setelah kebakaran hutan melanda kawasan itu pada Senin, 19 Oktober 2026. Sampai Selasa, 20 Oktober 2026, api belum padam.

Semua pendaki tiba di basecamp dengan selamat. Tim gabungan mencocokkan setiap orang yang turun dengan data registrasi, dan hasilnya tidak ada yang tertinggal di gunung.

"Dari total 152 pendaki, sudah turun semua dan dicocokkan dari data registrasi, tidak ada yang miss. Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan sehat," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wonosobo Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ricky Pripurna Atmaja, dikutip dari Tribun Banyumas, Selasa.

Api di Ketinggian 2.500 Meter

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Sumekto Hendro menyebut ratusan pendaki itu naik melalui Basecamp Garung dan Basecamp Gajahmungkur. Proses evakuasi, seperti dipaparkannya kepada kumparan pada Senin, ditangani petugas basecamp yang bekerja sama dengan tim gabungan dengan berpedoman pada data registrasi pendaki.

Kebakaran melanda kawasan hutan di rentang ketinggian 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya di petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.

Menurut Sumekto, kabar kebakaran pertama kali datang dari porter pendakian jalur Gajahmungkur. Kobaran api tampak di kawasan hutan Gunung Sumbing kira-kira pukul 15.00 WIB. Gunung ini sendiri membentang di tiga kabupaten, yakni Temanggung, Wonosobo, dan Magelang.

Tim gabungan sempat mencoba memadamkan api secara manual. Hasilnya nihil.

"Kebakaran belum berhasil dipadamkan, karena kondisi tidak memungkinkan untuk operasi pada malam hari dengan api yang terus meluas dan angin cukup kencang," ujar Sumekto.

Enam Jam Lebih Menembus Medan Licin

Evakuasi pendaki tidak berjalan mudah. Pihak basecamp menurunkan 40 ranger yang naik sampai Pos 3 guna menjemput pendaki. Para ranger menghadapi kondisi jalur yang licin, dan perjalanan dari Pos 3 menuju basecamp bisa memakan waktu lebih dari enam jam.

Unsur yang terlibat dalam evakuasi:

  • Polres Wonosobo
  • Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)
  • BPBD Wonosobo
  • Puskesmas Kalikajar
  • Unsur kehutanan
  • Pengelola basecamp dan ranger
  • Palang Merah Indonesia (PMI)

Pendakian lewat Basecamp Gajahmungkur, Lamuk, dihentikan untuk sementara sejak Selasa sebagai upaya antisipasi. Keputusan itu merupakan kesepakatan semua pengelola basecamp, dengan tujuan mencegah pendaki memasuki area terdampak sekaligus menempatkan keselamatan pengunjung sebagai prioritas.

Asal Api Belum Diketahui

Penyebab kebakaran masih gelap. Menurut Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Wonosobo Sabarno, asal titik api pertama pun belum diketahui oleh pengelola Basecamp Gajahmungkur.

Kabar tentang kebakaran itu, katanya, sampai ke basecamp pada Senin kira-kira pukul 15.00 WIB. Sabarno menambahkan, titik api dapat luput dari pandangan orang di bawah karena area pegunungan sering tertutup kabut.

Sumekto memastikan pemadaman dilanjutkan pada Selasa secara besar-besaran. Beberapa tim akan diterjunkan sekaligus.

Opsi lain juga sedang ditimbang. Menurut AKBP Ricky Pripurna Atmaja, jajarannya bakal menggelar koordinasi lanjutan bersama Polda Jawa Tengah guna membicarakan bantuan penanganan, salah satunya peluang memadamkan api lewat udara memakai metode water bombing. Opsi itu masih perlu dibicarakan dengan pihak terkait, dan belum ada kepastian kapan atau apakah akan dilaksanakan.