Dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, sebuah rencana akuisisi tambang nikel di Morowali Utara muncul bersama rights issue bernilai triliunan rupiah.
Kamis (22/10/2026), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengumumkan rencana membeli 100 persen saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Nilai transaksinya sekitar US$79 juta atau setara Rp1,39 triliun. Dengan kurs Rp17.703 per dolar AS, angka itu setara 26,40 persen dari ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026.
Dua anak usaha jadi pelaksana
Transaksi itu akan dijalankan lewat dua anak usahanya, yakni PT Daya Unggul Raya dan PT Gemilang Padma Raya, mengutip keterbukaan informasi.
Bumanik memiliki konsesi tambang seluas 4.778 hektare dan berdiri sejak 2006. Penilai publik KJPP Kusnanto & Rekan memperkirakan nilai pasar seluruh sahamnya Rp1,439 triliun dan menyebut transaksi itu wajar.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai harga itu sekitar 96,6 persen dari nilai wajar. Mereka juga menyoroti harga nikel di London Metal Exchange yang sedang berada di level terendah tahun ini.
Rights issue jumbo menyertai rencana
Di balik akuisisi ini, PACK menyiapkan penambahan modal melalui PMHMETD II hingga US$463 juta atau Rp8,19 triliun. Dana itu dipakai untuk pelunasan pinjaman, akuisisi, dan modal kerja.
Perseroan juga berencana membeli 100 persen saham Denway Development Limited senilai US$324 juta. Rencana ini menjadi bagian dari langkah PACK memperluas bisnis pertambangan mineral.
Saham melonjak, tekanan masih membayangi
Pada Jumat (23/10/2026), saham PACK naik 9,78 persen ke Rp404 dan menyentuh batas auto reject atas. Meski begitu, sahamnya masih turun 27,86 persen dalam sebulan terakhir.
Pemegang saham yang tidak ikut rights issue berpotensi terdilusi hingga 74,6 persen. Analis mengingatkan investor agar mencermati valuasi dan kondisi keuangan Bumanik sebelum menilai dampaknya.
Seluruh rencana aksi korporasi itu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 30 November 2026. Setelah transaksi rampung, Bumanik menjadi perusahaan yang dikendalikan PACK secara tidak langsung.