Ekonomi

GoPay Luncurkan Investasi Emas Digital Mulai Rp1.000

Cukup Rp1.000, pengguna kini bisa membeli emas digital langsung dari aplikasi GoPay tanpa datang ke gerai emas fisik. /Gopay
Cukup Rp1.000, pengguna kini bisa membeli emas digital langsung dari aplikasi GoPay tanpa datang ke gerai emas fisik. /Gopay

Cukup Rp1.000, pengguna kini bisa membeli emas digital langsung dari aplikasi GoPay tanpa datang ke gerai emas fisik.

Di Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026), Direktur Bisnis Konsumen GoPay Kelvin Timotius memperkenalkan GoPay Investasi. Lewat fitur ini, pengguna bisa membeli emas digital mulai Rp1.000.

Hambatan yang ingin dipangkas

Menurut Kelvin, riset internal GoPay terhadap kelompok usia 25–30 tahun menemukan tiga hambatan: waktu untuk datang ke gerai, stok emas fisik yang terbatas, dan risiko kehilangan. Emas digital dirancang untuk menjawab ketiganya.

Minat terhadap emas memang sedang naik. Laporan World Gold Council edisi Juli 2026 mencatat permintaan emas Indonesia mencapai 15 ton pada kuartal II 2026, naik 40 persen secara tahunan.

Rekening terpisah dan lapisan keamanan

Dana investasi ditempatkan di rekening terpisah dari saldo harian, agar pengguna lebih disiplin. GoPay juga menyebut transaksinya dilindungi verifikasi dua langkah, PIN, kode sekali pakai (OTP), dan autentikasi biometrik.

“Di GoPay, kami ingin mengubah persepsi tersebut,” kata Kelvin, merujuk anggapan bahwa menabung emas itu mahal. Nominal kecil, katanya, memungkinkan siapa pun mulai berinvestasi.

Yang perlu dicek sebelum membeli

Produk ini merupakan hasil kerja sama GoPay dengan mitra yang disebut berizin dan diawasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Meski begitu, pengguna perlu memahami selisih harga beli dan jual, biaya, serta ketentuan pencairan. Harga emas bisa naik maupun turun mengikuti pasar.

Pertarungan dompet digital

Dengan 28,8 juta pengguna yang bertransaksi tiap bulan pada April–Juni 2026, GoPay bersaing ketat dengan DANA, OVO, dan ShopeePay.

Bagi GoPay, dompet digital kini menjadi pintu masuk investasi. Bagi pengguna, kemudahan itu tetap perlu diimbangi pemahaman risiko.