Buat warga Palengaan, warung bukan sekadar toko. Saat Indomaret mau berdiri, ratusan alumni pesantren turun bawa alat berat.
Warung kecil jadi alasan ratusan alumni dan santri pesantren di Palengaan, Pamekasan, turun ke jalan. Rabu siang, 7 Oktober 2026, mereka merobohkan sebagian bangunan calon gerai Indomaret di Desa Panaan.
Mereka khawatir toko ritel modern bikin usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya gulung tikar. Padahal, ekonomi Palengaan memang bertumpu di sana.
Sudah Mengadu, Lalu Turun Sendiri
Aksi ini tak muncul tiba-tiba. Juli lalu, tokoh pesantren yang dipimpin Ketua Yayasan Al Miftah Panyeppen H. Muhdar Abdullah sudah menemui bupati.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman waktu itu setuju. "Saya sepakat bahwa Indomaret itu harus dihentikan. Tidak boleh dilanjutkan karena ditolak oleh masyarakat," katanya pada 20 Juli 2026.
Ia minta waktu untuk klarifikasi, sambil mengingatkan satu hal. "Kami mencari solusi yang benar tapi tidak lama, karena kalau lama masyarakat khawatir bertindak sendiri," ujarnya.
Tiga bulan kemudian, kekhawatiran itu terjadi. Papan nama dan bagian depan bangunan rontok diterjang alat berat, peralatan konstruksi pun ikut rusak.
Polisi Minta Jangan Main Hakim Sendiri
Polisi yang ada di lokasi mencoba menenangkan massa. Kepala Seksi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama bilang, cara itu cukup berhasil.
"Untung petugas dari Polres Pamekasan bisa melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pendekatan dan imbauan langsung, sehingga bangunan tidak hancur total," kata Yoni.
Urusan hukum menunggu laporan. "Pihak kepolisian akan melakukan tindak lanjut dan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku apabila terdapat laporan resmi dari pihak yang dirugikan," kata kepolisian dalam video Liputan6.
Pihak Indomaret punya cerita lain. Wibowo, Koordinator Tim Perizinan PT Indomarco Prismatama wilayah Madura, yakin izin mereka sudah beres.
"Kami berharap pemerintah bisa hadir dalam kasus ini, karena yang kami lakukan sudah sesuai dengan ketentuan," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman belum memberikan tanggapan soal pembongkaran itu.
*