CEO Microsoft Satya Nadella menjawab ketakutan soal agen AI yang liar. Jawabannya: kontainer, identitas terpisah, dan Defender yang selalu berjaga di laptop baru senilai USD2.600.
Bos Microsoft, Satya Nadella, berjanji agen kecerdasan buatan (AI) di Windows tidak akan lepas kendali. Janji itu ia sampaikan dalam wawancara dengan jurnalis teknologi Joanna Stern, yang tayang di YouTube pada 15 Oktober 2026.
Stern membuka dengan pertanyaan paling blak-blakan: apakah AI akan membunuh kita? Nadella menjawab tanpa berputar.
"Kita harus melakukan satu hal sederhana, yaitu memastikan hal itu tidak pernah terjadi. Itu tugas saya, itu tugas kita sebagai industri," kata Nadella.
Agen Punya Identitas Sendiri
Wawancara berlangsung di acara Microsoft pekan lalu. Di sana perusahaan itu memperkenalkan Surface Laptop Ultra, laptop bertenaga cip RTX Spark dari Nvidia, bersama fitur Windows yang berfokus pada agen.
Inti pendekatannya, kata Nadella, adalah memisahkan pengguna dan agen. Keduanya harus punya identitas, wadah, dan izin sendiri-sendiri.
Microsoft menamai wadah itu Microsoft Execution Containers (MXC), yang kini tersedia umum di Windows 11. Agen bekerja di dalam kontainer dan tidak otomatis mewarisi akses penuh milik pengguna.
Stern menerjemahkannya begini: agen diperlakukan seperti pengguna lain di komputer. Pemilik laptop bisa melihat apa yang sedang dan sudah dikerjakan agen itu.
"Anda bisa mengatribusikan semua yang dilakukan agen untuk selamanya," ujar Nadella. Ia menambahkan, izin harus dimulai dari yang paling sedikit dan dinaikkan setelah agen terbukti dapat dipercaya.
Pertanyaan soal kepercayaan terasa mendesak. Stern menyinggung kabar tentang agen AI yang disebut lepas kendali, termasuk model yang meretas perusahaan lain, dan menanyakan mengapa orang harus memercayakan perangkatnya.
Nadella menolak menjawab dengan satu fitur. "Anda tidak mengklaim kepercayaan, Anda memperolehnya," katanya.
Di tingkat model, ia mengaku memandang semua model dan agen sebagai risiko orang dalam, lalu memperlakukannya demikian. Karena itu Microsoft Defender dipasang selalu aktif untuk memantau perilaku agen.
Jika agen mencoba tindakan tanpa izin, kata Nadella, Defender akan menandai dan menghentikannya. Ia menyebut kepercayaan ini bukan sekali beri, melainkan terus diperiksa.
Model Lokal dan Aplikasi Pribadi
Surface Laptop Ultra memakai RTX Spark yang bisa dipasangi memori hingga 128 GB. Harganya mulai USD2.600, dan pemesanan sudah dibuka dengan pengiriman mulai 16 Oktober.
Dengan tenaga itu, model AI bisa berjalan langsung di perangkat tanpa pusat data. Menurut Stern, agen tetap bekerja tanpa internet dan data pribadi tidak keluar dari laptop.
Nadella memamerkan aplikasi pelacak tugas buatannya sendiri, yang dibangun dengan model lokal MAI Flash. Aplikasi itu menyambungkan Outlook, Teams, dan sistem manajemen pelanggan miliknya.
Isinya disensor tim Stern. "Anda harus memburamkan semuanya," kata Nadella sambil tertawa.
Soal pilihan antara model lokal dan awan, ia menilai pengguna kelak tak akan peduli. "Ini momen hibrida," ujarnya.
Stern juga bertanya apakah laptop yang mirip MacBook Pro itu upaya merebut pasar Apple. Nadella menjawab, Microsoft akan menyambut siapa pun yang mau membangun di atas Surface Laptop Ultra.
Soal Copilot yang terasa dipaksakan, ia mengatakan Microsoft sudah berbenah agar fitur itu muncul hanya saat dibutuhkan. Industri, menurutnya, perlu merebut kembali izin masyarakat dengan tidak menjadikan AI pengganti ambisi manusia.
Di luar laptop, Nadella menunjukkan prototipe lencana pintar dari Project Solara. Pengguna membukanya dengan sidik jari untuk mengakses agen secara aman, misalnya perawat yang berpindah antarpos jaga di rumah sakit.
Menutup wawancara, Stern bercanda bahwa Nadella masih hidup karena komputer tidak membunuhnya. Nadella menjawab, "Saya hidup karena saya membuat komputer melakukan hal-hal yang menjadikan dunia ini lebih baik."
*