Di hadapan publik sendiri, Veda Ega Pratama finis keenam dan menambah 10 poin. Musim debut yang sempat terpuruk kini kembali menanjak di Moto3.
Veda Ega Pratama membentangkan bendera Merah Putih di atas motornya setelah melewati garis finis Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/10). Ia tidak naik podium, tetapi hasil itu terasa berbeda bagi publik Indonesia.
Pembalap Honda Team Asia berusia 17 tahun itu start dari posisi ketujuh dan finis keenam. Ia membawa pulang 10 poin.
Dengan tambahan itu, total poin Veda musim ini menjadi 115. Posisi tersebut membuatnya berada di peringkat ketujuh klasemen sementara.
Balapan di Mandalika tidak mulus. Veda sempat berada di posisi kedua saat memasuki lap kedua, lalu merosot ke posisi keempat. Ia kerap bersenggolan sengit dengan pembalap lain sebelum melewati garis finis tepat di belakang Rico Salmela.
Lembah yang Berhasil Dilewati
Perjalanan musim ini tidak selalu menanjak. Setelah libur musim panas, Veda mencatat finis ke-20 di Aragon dan ke-18 di Misano, yang membuatnya turun ke peringkat kedelapan.
Ia lalu bangkit bertahap. Veda finis ke-13 di Austria dan ke-11 di Motegi, meski start dari posisi ke-16 setelah mengalami highside keras di kualifikasi, sebelum akhirnya finis keenam di Mandalika.
Urutan hasil Veda naik di setiap seri. Bagi seorang debutan, kemampuan keluar dari keterpurukan dinilai lebih menggambarkan kualitasnya daripada satu podium.
Veda juga pernah naik podium di Brasil dan Brasil. Catatan itu menjadi hasil terbaiknya sepanjang musim ini.
Perbandingan dan Langkah Berikutnya
Detikoto mencatat total poin Veda sudah melampaui Ai Ogura pada musim debutnya di Moto3 tahun 2019. Ogura saat itu mengumpulkan 109 poin dari 14 balapan, berdasarkan statistik yang dikutip dari laman MotoGP.
Wacana kenaikan Veda ke Moto2 2027 juga menguat, Honda Team Asia memiliki tim di kedua kelas, sehingga jalur promosi internal terbuka. Namun Veda memilih menunggu karena musim ini baru tahun pertamanya di Moto3.
Lima seri tersisa akan menjadi penentu arah karier Veda. Usianya yang baru 17 tahun dan status sebagai atlet Red Bull, memberinya ruang untuk mengambil keputusan tanpa tergesa-gesa.
Bendera yang dibentangkan di Lombok menandai satu hal dari musim ini. Veda, seperti yang tergambar dari perjalanannya, tahu cara bangkit dari lembah.