Suara dentuman membuat pedagang berlarian dan asap mengepul dari deretan ruko. Warga yang ada di lokasi menceritakan detik-detik ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat.
TANGERANG SELATAN — Dentuman keras memecah keramaian Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu malam, 14 Oktober 2026. Pedagang berlarian menyelamatkan diri. Asap mengepul dari deretan bangunan yang rusak, sementara sejumlah warga berusaha menolong korban di antara puing-puing.
Ledakan terjadi sekitar pukul 18.00–18.15 WIB, ketika aktivitas pasar belum sepenuhnya berakhir. Sejumlah ruko dilaporkan rusak parah. Kepolisian mencatat sementara 12 orang menjadi korban, terdiri atas dua orang meninggal dunia, dua mengalami luka berat, dan delapan lainnya luka ringan.
Kapolsek Ciputat Timur Komisaris Polisi Bambang Askar Sodiq membenarkan data sementara tersebut. Para korban dibawa ke tiga rumah sakit, yakni RS Sari Asih sebanyak empat orang, RSUD Tangerang Selatan lima orang, dan RS Fatmawati tiga orang.
Jumlah itu bertambah dari laporan awal yang menyebut delapan orang terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Koirudin, salah seorang saksi mata, sedang berada di toilet umum ketika mendengar ledakan. “Ada suara ledakan kencang banget,” katanya.
Saat keluar, ia melihat asap tebal dan orang-orang berlarian. Menurut pengamatannya, empat ruko mengalami kerusakan, termasuk bangunan yang digunakan untuk berjualan jamu. Ia juga melihat seorang korban dengan luka di wajah yang diduga terkena puing atau pecahan kaca.
Kesaksian serupa disampaikan Heri, 46 tahun, pedagang kelapa di kawasan tersebut. Ia mengaku terkejut hingga spontan melompat dan berlari ketika mendengar dentuman.
“Ledakannya gede banget seperti bom. Saya sampai melompat kaget dan lari,” ujarnya.
Lima Puluh Personel Brimob Dikerahkan
Setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk membantu evakuasi. Polisi memasang garis pembatas dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.
Sebanyak 50 personel Brigade Mobil Polda Metro Jaya dikerahkan untuk membantu penanganan. Personel tersebut mencakup unsur Gegana yang bertugas mendukung pemeriksaan dan sterilisasi area terdampak.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Komisaris Besar Henik Maryanto mengatakan personelnya bergerak untuk mengevakuasi korban, mensterilkan lokasi, serta menyisir area yang rusak guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto juga menyatakan proses evakuasi, sterilisasi, dan olah tempat kejadian perkara masih berlangsung.
Bambang menegaskan, penyelamatan warga menjadi prioritas sebelum kepolisian menyimpulkan penyebab ledakan.
“Sementara kita menyelamatkan korban dulu, kita selamatkan orang dulu,” katanya.
Dugaan Penyebab Belum Terbukti
Penyebab ledakan di Pasar Cimanggis belum dapat dipastikan. Dugaan awal mengarah pada tabung gas elpiji, tetapi belum ada kesimpulan resmi yang mengonfirmasi dugaan tersebut.
Informasi mengenai kemungkinan keterkaitan ledakan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masih simpang siur.
Sejumlah pemberitaan mengaitkan lokasi ledakan dengan ruko yang disebut warga digunakan sebagai dapur MBG. Namun, laporan lain menyebut bangunan yang meledak bukan fasilitas program tersebut.
Karena belum ada konfirmasi resmi mengenai fungsi bangunan maupun sumber ledakan, keterkaitan dengan dapur MBG belum dapat dipastikan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Pemeriksaan lokasi dan pengumpulan keterangan saksi menjadi bagian dari proses untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Di tengah penyelidikan itu, warga Pasar Cimanggis masih harus menghadapi dampak kerusakan bangunan dan jatuhnya korban jiwa. Dentuman yang berlangsung dalam hitungan detik tersebut mengubah suasana pasar yang semula ramai menjadi kepanikan dan upaya penyelamatan.