Robot Pemilah Sampah, Mahasiswa UYM Raih Emas ASEAN di Festival Digital Cisadane 2025

Lintassuara.id – Festival Digital Cisadane 2025 yang digelar di Kota Tangerang pada 12–16 November tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga menjadi panggung inovasi teknologi karya anak muda. Salah satu inovasi yang mencuri perhatian datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik Yamaro (Yatsi Madani Robotic) Universitas Yatsi Madani (UYM).

Dalam festival bertema “Melintasi Gerbang Cahaya” itu, UKM Robotik UYM memperkenalkan Robot Pemilah Sampah Otomatis Berbasis Mikrokontroler K210, hasil karya mahasiswa yang berfokus pada solusi pengelolaan sampah perkotaan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Ketua UKM Robotik UYM, Adrian Ramadhan, menegaskan bahwa robot tersebut bukan sekadar pajangan.

“Kami menampilkan karya robot pemilah sampah otomatis berbasis mikrokontroler K210. Alat inilah yang membawa kami meraih prestasi,” ujarnya.

Robot buatan mahasiswa UYM itu sebelumnya sudah membuktikan keunggulannya di kancah internasional. Adrian menjelaskan bahwa prototipe tersebut berhasil meraih medali emas pada ajang Crown Kontes Robot Nusantara (CRN) tingkat ASEAN yang digelar di ICE BSD.

“Alhamdulillah, kami mendapat medali emas di kategori Creative AI Robot,” Ucapnya.

Prestasi ini memperkuat posisi UYM sebagai kampus dengan daya saing tinggi di bidang teknologi dan inovasi.

Selama festival berlangsung, stand UKM Robotik UYM ramai dikunjungi pengunjung, terutama anak-anak dan pelajar yang penasaran dengan cara kerja robot. Adrian dan timnya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi tentang pentingnya inovasi teknologi ramah lingkungan.

“Anak-anak sangat antusias melihat robot. Kami menjelaskan fungsi robot pemilah sampah otomatis dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami,” kata Adrian.

Tidak hanya masyarakat umum, perwakilan dari berbagai kampus juga menyambangi stand UKM Robotik UYM. Tim Yamaro pun aktif berbagi ilmu dan berdiskusi seputar perkembangan teknologi robotika terbaru.

Partisipasi UYM di Festival Digital Cisadane akan berlanjut hingga penutupan pada Minggu, 16 November 2025. Adrian mengungkapkan bahwa timnya telah menyiapkan proyek robot baru yang akan dipamerkan pada hari-hari berikutnya.

“Kami sedang mengembangkan sistem robotika yang memudahkan masyarakat. Inovasi ini akan kami tampilkan juga di stand kami,” ungkap Ketua UKM Robotik UYM.

Meski telah meraih prestasi gemilang, Adrian mengakui bahwa keterbatasan dana masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan inovasi robotik.

“Kami belum memiliki sponsor,” lanjutnya.

Ia berharap Pemerintah Daerah dan pihak swasta dapat memberikan dukungan agar inovasi mahasiswa UYM terus berkembang.

“Harapan saya, UKM Yamaro dan Universitas Yatsi Madani semakin mendapat dukungan. Kami ingin menciptakan proyek yang bermanfaat, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi Pemerintah Kota Tangerang dan masyarakat,” tutup Adrian.

(Kar)

Pos terkait