Lintassuara.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan dan Jembatan tengah mempercepat proyek preservasi jalan secara masif. Langkah ini bertujuan memperbaiki titik-titik kerusakan seperti lubang (potholes) dan retakan di sejumlah ruas jalan vital.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan perbaikan dengan skema tambal sulam menggunakan material aspal hotmix berkualitas tinggi. Ia menegaskan bahwa pemeliharaan ini menjadi langkah antisipatif untuk menjaga keamanan pengguna jalan menjelang perubahan cuaca ekstrem.
“Kami terus mendorong tim di lapangan agar melakukan perbaikan secara presisi. Tujuannya untuk mengembalikan kerataan permukaan jalan serta meningkatkan daya tahannya terhadap beban kendaraan berat, sehingga mobilitas masyarakat tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim teknis menjalankan standar prosedur guna menjamin ketahanan hasil perbaikan. Mereka memulai tahapan dengan membersihkan lubang dari sisa aspal lama dan air, kemudian melanjutkan dengan pemberian perekat (tack coat) berupa emulsi aspal. Selanjutnya, tim menghamparkan material hotmix dan memadatkannya menggunakan mesin baby roller atau stamper hingga mencapai kepadatan maksimal.
“Kegiatan preservasi ini kami harapkan dapat menekan angka kecelakaan akibat kerusakan jalan serta memperlancar waktu tempuh antarwilayah kecamatan,” kata Iwan.
Sejauh ini, tim telah mengerjakan wilayah UPTD JJ 2 hingga UPTD JJ 8, yang mencakup Kecamatan Panongan, Cikupa, Curug, Pasar Kemis, Solear, Sukamulya, Cisoka, Kronjo, Mekar Baru, Mauk, Rajeg, hingga Teluknaga.
DBMSDA juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga kondisi infrastruktur yang telah diperbaiki sehingga masa pakai jalan bisa lebih panjang.
“Pemeliharaan rutin ini kami proyeksikan mampu memperpanjang umur jalan sekaligus menekan biaya perbaikan besar di masa mendatang,” tutup Iwan.
(Kar)
