Lintassuara.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dan praktik jual beli titik dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). HMI menegaskan aparat harus menelusuri seluruh rangkaian kasus dan membongkar setiap pihak yang berperan dalam praktik tersebut dari tingkat pusat hingga daerah. (7/6/2026)
Ketua Umum HMI Cabang Tangerang, M. Rhamadoni, menilai penyidik perlu memperluas penyelidikan untuk menemukan aktor lain yang berperan dalam kasus itu. Ia meminta aparat memanfaatkan setiap fakta dan keterangan yang penyidik kumpulkan selama proses penyidikan.
HMI Tangerang juga menyoroti pernyataan Sony Sanjaya terkait tekanan dari sejumlah pihak yang memiliki pengaruh dalam perkara tersebut. HMI meminta aparat memeriksa setiap nama yang Sony sebut serta menelusuri hubungan mereka dengan kasus dugaan korupsi dan jual beli titik MBG.
“Kami meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada satu atau dua nama. Aparat harus menelusuri semua pihak yang berperan dalam kasus ini dan menjelaskan seluruh fakta kepada publik,” ujar Rhamadoni.
HMI Tangerang menilai praktik korupsi dan jual beli titik MBG mengancam tujuan utama program pemerintah. Praktik tersebut berpotensi mengurangi manfaat program sekaligus merugikan keuangan negara.
Karena itu, HMI meminta aparat mempercepat penyidikan, memeriksa seluruh titik pelaksanaan MBG yang memunculkan persoalan, mengaudit penggunaan anggaran, dan mengikuti jejak aliran dana yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Rhamadoni menegaskan aparat penegak hukum harus menindak siapa pun yang berperan dalam perkara itu tanpa memandang jabatan, pengaruh, atau kedekatan politik.
“Apabila benar terdapat pihak-pihak berpengaruh yang melakukan tekanan sebagaimana klaim Sony Sanjaya, aparat penegak hukum harus segera memeriksa dan memproses mereka. Aparat juga harus membongkar seluruh rangkaian kasus, mulai dari tingkat pusat hingga titik pelaksanaan MBG yang menjadi sasaran praktik jual beli,” tegasnya.
Selain itu, HMI Tangerang mendorong aparat membuka kesempatan bagi pihak yang ingin bekerja sama untuk menjelaskan fakta-fakta penting dalam kasus tersebut. Langkah itu dapat membantu penyidik menemukan aktor lain dan memetakan jaringan yang lebih luas.
“Kami akan terus mengawal proses penegakan hukum secara transparan. Kami juga mendorong aparat membuka ruang bagi setiap pihak yang memiliki informasi penting untuk menjadi justice collaborator sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan langkah itu, aparat dapat menemukan seluruh aktor dan menuntaskan kasus ini secara menyeluruh,” tutup Rhamadoni.
HMI Tangerang menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus tersebut. HMI juga mendukung langkah aparat dalam menegakkan hukum secara profesional, independen, dan transparan guna menjaga kepercayaan publik terhadap program yang menggunakan anggaran negara.
(Kar)









