Ekonomi

Kelangkaan BBM di Bali, Warga Antre hingga 11 Jam

Pantauan visual udara / KOMPASTV
Pantauan visual udara / KOMPASTV

Lintassuara.id - 17/10/2026 - Buleleng, Bali. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang telah berlangsung hampir sepekan di Bali membuat kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Buleleng. Ada warga yang harus menanti sampai 11 jam, bahkan sebagian memilih bermalam di area SPBU atau tidur di mobil dan kendaraan lain milik mereka.

Pantauan visual udara memperlihatkan antrean panjang di SPBU Gajah Mada, SPBU Ahmad Yani, dan SPBU Banyu Asri. Kendaraan terus mengantre dari dini hari sampai siang. Meski stok BBM di sejumlah SPBU di Karangasem sudah kosong, warga tetap bertahan di lokasi. Mereka menunggu pasokan tiba.

Antrean Meluas ke Daerah Lain

Kelangkaan ini tidak berhenti di Bali. Gangguan aktivitas warga dilaporkan di sejumlah daerah lain:

  • Kota Makassar, Sulawesi Selatan: untuk memperoleh solar, sopir truk dan bus rela menunggu sampai 8 jam sambil bermalam di lokasi.
  • Kota Manado, Sulawesi Utara: antrean terpantau lebih dari 1 kilometer, dengan warga menunggu lebih dari empat jam.

Seorang sopir di Makassar menyebut solar datang terlambat karena baru tiba menjelang subuh. Warga di Manado mengaku antrean mengganggu aktivitas harian dan perekonomian, lalu meminta pemerintah segera mengurai antrean. Salah satu warga berharap kondisi ini tidak berlarut karena roda ekonomi ikut terpengaruh.

Pemerintah Sebut Stok Aman

Terkait situasi itu, Bahlil Lahadalia, yang menjabat Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyebut cadangan BBM nasional cukup untuk 18 hari ke depan. Ia menjelaskan, panjangnya antrean di Bali maupun provinsi lain berpangkal pada kendala pengiriman BBM dari Pulau Jawa lewat jalur laut.

"Jadi stok BBM nasional insyaallah itu aman," kata Bahlil. Menurut laporan Pertamina kepadanya, pengiriman dari Jawa Timur menuju Bali dan sejumlah daerah lain yang mengandalkan angkutan kapal mengalami hambatan.

Bahlil mengaku telah meminta Pertamina membenahi distribusi agar antrean di Bali segera terurai.

Operator SPBU Tumbang

Kondisi di lapangan memakan korban. Komang Ayu, operator SPBU Badak Agung, Denpasar, jatuh lemas saat bertugas. Ia diduga kelelahan karena melayani pembeli melebihi jam kerja hari biasa.

Seorang petugas medis yang berada di dekat lokasi menyebut kondisi operator itu lemah. Setelah diberi pertolongan pertama dan oksigen, ia membaik dan tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Sejak antrean terjadi, SPBU di Bali beroperasi 24 jam sehingga petugas dan operator bekerja ekstra.

Soal armada, Bahlil menyatakan sudah memberi perintah. "Saya tadi memerintahkan untuk mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah," ujarnya.