Lintassuara.id – Komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan mengantarkan SMP Al Barkah Batuceper meraih prestasi membanggakan di awal tahun 2026 (10/2/2026).
Pemerintah Kota Tangerang secara resmi menetapkan SMP Al Barkah Batuceper sebagai penerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Tangerang. Penghargaan bergengsi ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam sistem pendidikan.
Melalui penghargaan tersebut, tim penilai mengakui keberhasilan SMP Al Barkah Batuceper dalam membangun ekosistem pembelajaran yang sehat, berkelanjutan, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang peduli lingkungan. Tim penilai juga menilai sekolah ini tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi mampu menanamkan kesadaran ekologis secara nyata dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggagas Program Adiwiyata sebagai kebijakan nasional untuk menciptakan sekolah berbudaya lingkungan (green school). Dalam proses penilaian, SMP Al Barkah Batuceper berhasil memenuhi seluruh komponen utama Sekolah Adiwiyata, di antaranya:
Pertama, sekolah mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam modul ajar dengan menyisipkan isu pelestarian lingkungan pada berbagai mata pelajaran serta mengidentifikasi potensi dan masalah lingkungan hidup (IPMLH) yang kontekstual.
Kedua, sekolah melaksanakan aksi lingkungan partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua. Program tersebut mencakup pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemeliharaan drainase, serta kegiatan penanaman dan perawatan tanaman.
Ketiga, sekolah menanamkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) melalui pembiasaan menjaga kebersihan, penghematan energi dan air, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai hingga membentuk budaya sekolah.
SMP Al Barkah Batuceper meraih capaian tersebut setelah mengikuti tahapan verifikasi dan penilaian lapangan yang ketat pada 21–22 Januari 2026. Tim penilai mengevaluasi empat aspek utama, yakni kebijakan berwawasan lingkungan, integrasi materi lingkungan dalam dokumen kurikulum, aksi lingkungan partisipatif, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung keberlanjutan.
Wali Kota Tangerang, Drs. H. Sachrudin, secara langsung menyerahkan Penghargaan Adiwiyata 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang berlangsung di Kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, pada 8 Februari 2026. Dalam kegiatan tersebut, SMP Al Barkah Batuceper menerima piagam penghargaan bersama 34 sekolah lainnya dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Tangerang.
Kepala SMP Al Barkah Batuceper, Muhamad Sopian Hidayatullah, S.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dengan dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Islam Karunia Ibu.
“Penghargaan ini tidak hadir secara instan. Seluruh warga sekolah menjalani proses panjang yang penuh pengorbanan dan konsistensi dalam melakukan pembenahan, termasuk pembangunan infrastruktur secara bertahap dengan prinsip keberlanjutan demi menciptakan suasana belajar yang kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan Adiwiyata harus menjadi protein pendidikan, yakni energi moral yang memperkuat komitmen sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara utuh—pendidikan yang memerdekakan, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.
“Adiwiyata bukan tujuan akhir, melainkan cerminan filosofi pendidikan yang menempatkan lingkungan sebagai ruang belajar yang hidup,” ucap Sopian.
Sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menjadi fondasi sekolah, warga SMP Al Barkah Batuceper memaknai kebersihan sebagai manifestasi keimanan yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Selain itu, Muhamad Sopian Hidayatullah mewakili keluarga besar SMP Al Barkah Batuceper secara khusus mempersembahkan Penghargaan Adiwiyata 2026 kepada almarhum Bapak Adi Saputra, S.IP., Ketua Tim Adiwiyata sekolah. Almarhum tetap memimpin dan mengawal program Adiwiyata di tengah perjuangannya melawan sakit, sehingga dedikasinya menjadi teladan tentang makna pengabdian yang sesungguhnya.
“Prestasi ini menjadi kado indah sekaligus amal jariyah. Semangat juang almarhum terus hidup dalam budaya lingkungan yang tumbuh dan berkembang di SMP Al Barkah Batuceper,” pungkasnya.
(Kar)









