Lintassuara.id — Satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum evaluasi publik terhadap arah dan kualitas kepemimpinan nasional. (20/10/2025)
Aktivis muda asal Tangerang, Riki Ade Suryana, menilai pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan kemauan kuat untuk membangun bangsa, namun pelaksanaan kebijakan di lapangan masih belum maksimal dan kerap tersendat di tingkat teknis.
“Langkah awal seperti pemeriksaan kesehatan gratis, penguatan ketahanan pangan, dan bantuan rumah rakyat menunjukkan niat baik. Namun implementasinya belum merata, terutama di wilayah pinggiran seperti Tangerang bagian utara yang masih minim akses pelayanan dasar,” ujar Riki.
Riki juga menyoroti program makan bergizi gratis, yang menurutnya baik secara konsep tetapi belum efektif dalam penerapan.
“Banyak sekolah di daerah belum tersentuh program ini karena lemahnya koordinasi dan lambatnya pendataan,” tambahnya.
Dari sisi ekonomi rakyat, Riki mengingatkan bahwa harga bahan pokok masih berfluktuasi dan lapangan kerja baru belum sepenuhnya menjawab kebutuhan generasi muda.
“Kita butuh kebijakan yang tidak hanya makro, tapi juga berpihak langsung pada rakyat bawah dan pelaku UMKM,” tegasnya.
Sebagai aktivis muda, Riki menekankan pentingnya transparansi, efisiensi birokrasi, dan partisipasi publik dalam setiap kebijakan pemerintah.
“Kritik bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk memperbaiki. Pemerintah harus membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat sipil agar arah pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan rakyat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Riki menyampaikan bahwa satu tahun pertama sudah cukup untuk menanam pondasi, namun belum cukup untuk menunjukkan hasil nyata.
“Tahun kedua harus menjadi pembuktian. Rakyat menunggu bukan janji, tapi bukti nyata,” pungkas Riki Ade Suryana, Aktivis Muda Tangerang.
(Kar)









