Lintassuara.id – Aktivis muda sekaligus putra daerah Sepatan, Riki Ade Surya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas keluhan warga terkait bau menyengat yang berasal dari limbah oli dan aktivitas pembakaran pabrik di kawasan Akong, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/10/2025).
Riki mengungkapkan bahwa pencemaran udara tersebut telah berlangsung cukup lama dan semakin meresahkan warga. Menurutnya, bau limbah tercium hampir setiap malam di sejumlah titik, terutama di kawasan Industri Akong dan sekitarnya. Kondisi ini membuat warga sulit beraktivitas dan beristirahat dengan nyaman.
“Bau oli yang menyengat ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sejumlah warga sebelumnya melaporkan bau limbah tersebut sejak awal tahun. Namun hingga kini, pemerintah daerah belum menindaklanjuti laporan secara tuntas. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang sempat mengonfirmasi adanya aktivitas pengelolaan oli bekas di sekitar lokasi tersebut.
Riki mendesak pemerintah daerah dan DLHK untuk segera turun tangan dan melakukan investigasi menyeluruh.
“Pemerintah harus menguji ulang kualitas udara dan lingkungan secara terbuka, serta memberi sanksi tegas kepada perusahaan yang terbukti melanggar aturan pengelolaan limbah B3,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak kehadiran industri, namun setiap kegiatan ekonomi harus mematuhi kaidah lingkungan.
“Warga berhak atas udara bersih dan lingkungan sehat. Kami ingin melihat komitmen nyata pemerintah dalam menegakkan aturan,” tambahnya.
Selain itu, Riki mendorong pemerintah daerah membentuk forum dialog terbuka yang melibatkan masyarakat, mahasiswa, pemuda, ojek online, pemerintah, dan perusahaan untuk mencari solusi jangka panjang. Ia berharap pengaduan warga segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan ketegangan sosial di lapangan.
“Sebagai langkah awal, kami akan mengirim surat resmi kepada DLHK Kabupaten Tangerang dan Bupati Tangerang untuk meminta tindak lanjut,” pungkasnya.
(Kar)









